Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cara Menanam Bawang Putih Untuk Pemula dari Awal Hingga Siap Panen

Cara Menanam Bawang Putih Untuk Pemula dari Awal Hingga Siap Panen

Cara menanam bawang putih untuk pemula dari awal hingga siap panen. Bawang putih adalah komoditas ekspor yang paling berpotensi untuk mendapatkan keuntungan besar. Di pasar lokal, harga bawang putih relatif cukup stabil. Lalu, bagaimana cara budidaya bawang putih? Yuk simak selengkapnya pada pembahasan ini.

Tahap-tahap Menanam Bawang Putih

cara budidaya bawang putih hidroponik untuk pemula dari awal hingga masa panen

Pertama yang harus Anda ketika ingin menanam bawang putih adalah sebagai berikut:
  1. Menyiapkan lahan, bisa menggunakan paralon, botol aqua dan polybag. Sedangkan untuk volume besar bisa menyiapkan lahan kosong di area ladang.
  2. Peralatan untuk mengolah lahan, misalnya cangkul dan sebagainya.
  3. Bibit Bawang putih kualitas terbaik.

Sampai saat ini petani yang bercocok tanam bawang putih jumlahnya masih sangat minim, hal ini disebabkan oleh terbatasnya varietas bawang putih.

Varietas yang tersedia saat ini hanya cocok untuk ditanam di dataran tinggi. Padahal bawang putih juga bisa tumbuh subur dengan baik di daerah dataran rendah di iklim tropis.

Pada umumnya proses penananam bawang putih ialah seperti berikut:
  • Menyiapkan Lahan
  • Proses penanaman
  • Proses pmupukan
  • Pemulsaan
  • Penyiraman / pengairan
  • Perawatan / pemeliharaan
  • Pencegahan terhadap gulma dan hama.
  • Penanganan pada masa Panen dan Pasca Panen

Berikut ini adalah tata cara budidaya bawang putih dengan baik dan benar mulai dari tahap awal hingga masa panen:

1. Mendapatkan Bibit Bawang Putih
Anda haris mencari tahu asal bawang putih, hal ini dilakukan karena untuk mengetahui apakah jenis bibit bawang putih tersebut cocok ditanam ditempat yang Anda inginkan.

Anda bisa saja menggunakan bibit yang dibeli dari pasar, namun Anda tidak akan tahu dari daerah mana bawang putih tersebut berasal.

Sebaiknya anda membeli bibit dari toko tanaman yang menjual berbagai macam varietas bawang putih, karena memilih bibit yang cocok dengan daerah tempat tinggal Anda.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa tidak disarankan untuk menggunakan bibit bawang putih yang di beli dari pasar.
  1. Biasanya bawang putih yang dijual di pasaran berasal dari daerah lain, ini dapat dipastikan tidak cocok untuk di tanam di area tempat tinggal Anda.
  2. Bawang Putih yang dijual di pasar menggunakan bahan pengawet agar bertahan lama dan tidak mudah busuk.
  3. Bawang putih yang telah diawetkan ini dapat mempersulit pertumbuhannya daripada bawang putih yang tidak diawetkan.

2. Waktu penanaman
Waktu yang cocok untuk penanaman bawang putih adalah di musim semi atau musim gugur. Apabila Anda tinggal di daerah dingin, lebih baik lakukan pada musim gugur, hal ini untuk mendapatkan siung bawang putih yang lebih besar dan memiliki rasa yang kuat dibandingkan yang ditanam pada musim semi.

Tetapi jika Anda tinggal di daerah tropis ataupun subtropis maka tanamlah  bawang putih Anda di awal musim semi. Baca Juga: Cara merawat ikan koki tanpa aerator.

3. Menyiapkan Lahan
Faktor yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang Bawang putih ialah adanya sinar matahari yang cukup. Carilah  titik yang mendapat sinar matahari penuh dan memiliki sistem pengairanan yang baik.

Gali tanah kurang lebih 4 inci. Kemudian dasari lubang dengan pupuk kompos untuk menambah nutrisi dan memiliki cita rasa yang kuat pada bawang putih itu sendiri.

Anda juga bisa menggunakan media seperti pot. Pilih pot atau wadah dengan kedalaman dan lebar yang cukup, kemudian isi dengan tanah yang telah diberi pupuk secukupnya.

Bawang putih menyukai tanah dengan tipe tanah bertekstur berpasir dan struktur tanah gembur dengan pH 5,5-7. Di atas tanah inilah tanaman bawang putih di bibitkan.

Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman lainnya yang ada di dalam atau di atas permukaan lahan lewat pembajakan sedalam 25-30cm.

4. Proses penanaman
Pada waktu proses penanaman, bibit yang digunakan diharuskan mempunyai ukuran yang sama. Bibit ditanam pada kedalaman 2-3cm.

Sedangkan jarak tanam dapat Anda sesuaikan dengan ukuran siung yang digunakan, misalnya jika bobot siung lebih berat dari 1,5 gram maka jarak tanamnya 20cm X 20cm.

Kalau berat siung bibit per biji seberat 3 gram satu hektar lahan dibutuhkan sekitar 1.600 kilo gram. Namun jika berat siung bibit per biji seberat 1 gram maka diperlukan 670 kilo gram.

Berikut ini adalah tata cara bercocok tanam bawang putih yang benar.
  • Siapkan siung-siung tunggal bawang putih, usahakan agar lapisan kulitnya tidak terkelupas.
  • Tanam bawang putih dengan jarak 4 inchi dan kedalaman 2 inchi.
  • Bagian akar di usahakan mengarah ke bawah dan sisi runcingnya mengarah ke atas untuk mengarahkan agar bawang putih tumbuh ke arah yang baik.
  • Selanjutnya tutup bibit bawang putih dengan tanah yang telah diberi pupuk.
  • Apabila berat siung bawang putih kurang dari 1,5gram, maka jarak tanam bisa dipilih dengan ukuran 15 cm x 15 cm atau  dengan ukuran 15 cm x 10cm. Sesuaikan saja.

5. Merawat Bawang Putih
Lahan tanaman bawang putih di usahakan tetap terjaga dan terlindungi, tutup lahan tanaman anda dengan jerami. Tetapi pada musim semi, Anda tidak membutuhkan penutup tersebut.

Pada musim semi akar bunga bawang putih bisa anda potong supaya bawang putih dapat tumbuh besar. Anda bisa melihat batang bawang putih muncul di awal musim semi ini.

Pada masa perawatan cukupi kebutuhan air. Bawang putih membutuhkan kadar air dan periode pengairan yang benar.

Tergantung media tanam yang Anda gunakan, jik Anda melihat media tanam tanahnya mengering dan berdebu, maka anda dapat segera lakukan penyiraman. Tetapi, pada musim gugur dan musim dingin tidak perlu disiram.

6. Tahap Penyiraman
Proses penyiraman tanaman dapat dilakukan dengan cara menggenangi parit di antara bedeng. Pada awal pertumbuhan penyiraman dilakukan 2 hingga 3 hari sekali.

Sedangkan pada periode pembentukan tunas hingga pembentukan umbi bawang putih, pengairan dilakukan 7 hingga 15 hari sekali.

Pengairan dapat dihentikan pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari sampai menjelang masa panen.

7. Tahap pemberian Pupuk
Pupuk organik dan pupuk kimia bisa digunakan untuk budidaya tanaman bawang putih. Anda bisa memanfaatkan pupuk kandang ayam sebagai pupuk organik dengan dosis 10-20 ton per hektar atau pupuk kandang kambing dengan dosis 30 ton per hektar.

Pupuk nitrogen digunakan 3 kali selama masa pertumbuhan, yaitu pada saat tanam, saat pembentukan tunas dan saat pembentukan umbi. Lalu, dosis yang diberikan untuk pupuk non-organik adalah 200 kg N, 180 kg P2O5, 142 kg S dan 60 kg K2O per hektar.

Anda harus memelihara bawang putih dengan cara mencabuyi gulma dan melakukan perbaikan bedeng antara waktu 20-30 hari. Pada Saat masuk fase generatif pencabutan gulma tidak lagi dilakukan karena dapat menghambat proses pembentukan dan pembesaran umbi.

Cara Panen Bawang Putih yang benar

Waktu memanen bawang putih dapat ditandai dengan adanya perubahan daun tanaman berubah menjadi kuning dan mulai mengering. Biasanya terjadi pada bulan Juli atau Agustus.

Ingat!! Jangan sampai terlambat memanen karena hasil umbinya akan mengerut dan menhasilkan kualitas rasa yang kurang baik.

Namun jangan juga terlalu awal karena tidak bisa diawetkan dengan baik dan benar. Lalu, masa panen tanaman bawang putih tergantung pada jenisnya, tapi waktu rata-rata yang dibutuhkan dari awal pertumbuh sampai masa panen adalah sekitar 90 hari hingga 20 hari.

Berikut adalah ciri-ciri Bawang Putih yang telah siap panen:
  • Warna daun berubah dari warna hijau menjadi kekuningan dan terlihat mulai mengering.
  • Catatan: pada saat proses pengairan pemupukan, dan pemberantasan hama harus segera dihentikan ketika masa panen datang.
  • Cara memanen bawang putih, dilakukan dengan cara mencabut tanaman menggunakan tangan saat cuaca tidak sedang hujan.

Setelah di panen umbi hasil panen diikat sebanyak 20-30 batang per ikat. Setelah itu dijemur hingga batangnya menjadi kering, waktu yang diperlukan sekitar 10 sampai 15 hari.

Cara Mengawetkan Bawang Putih

Setelah masa panen selesai, diamkan bawang putih sekitar 2 minggu sampai kering. Setelah kulitnya kering, secara tidak langsung umbinya ikut mengeras. Langkah selanjutnya simpan di tempat yang dingin namun kelembaban tetap harus di jaga.

Anda juga bisa mengawetkan dengan memotong batang dan di simpan dalam keadaan sirkulasi udara yang cukup. Selain itu, saat menyimpan bawang putih dengan membiarkan batangnya tetap menempel dan menjatukan batangnya kemudian di gantung  di tempat kering.

Berikut adalah tahap pengeringan yang bisa Anda lakukan:
  • Jemur di bawah sinar matahari, dan tutup umbinya dengan daunnya supaya tidak terkena sinar secara langsung.
  • Gantung didalam rak khusus yang berlapis.
  • Menaruh bawang putih di atas para-para yang ada di dapur dan di asapi melalui asap ketika memasak air.
  • Apabila umbi sudah keras ketika disentuh dan kulitnya mudah terpisah, berarti bawang putih siap di pasarkan.

Cukup sampai disini pemabahasan mengenai cara menanam bawang putih untuk pemula dari awal hingga panen, lakukan dengan giat dan bersabar sampai Anda sukses menjalani usaha budidaya bawang putih.

Posting Komentar untuk "Cara Menanam Bawang Putih Untuk Pemula dari Awal Hingga Siap Panen"