Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal  Bagi Pemula

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Bagi Pemula

Budidaya ikan lele tidak harus dilalukan di kolam tanah. Ada beberapa cara yang lebih mudah dan efektif untuk ternak lele, yaitu menggunakan terpal. Berikut langkah-langkahnya!

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang hidup di air tawar dengan harga pasaran relatif lumayan mahal, yakni antara Rp.20.000 hingga Rp.25.000 per kilogram.

Selain itu, lele mempunyai nilai kandungan gizi cukup tinggi yang dibutuhkan tubuh. Ikan lele seberat 100 gram mengandung 18,5 protein, 245 Kkal, 9 gram karbohidrat dan 15 gram lemak.

ternak ikan lele
Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal Untuk Pemula
Selain memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan, ikan lele mudah dibudidayakan pada area tidak terlalu luas. Berikut adalah cara budidaya lele di kolam terpal yang bisa diikuti oleh pemula:

1. Siapkan Media Kolam

Budidaya ikan lele kolam terpal bisa dilakukan pada lokasi yang tidak terlalu luas.

Terpal merupakan salah satu media yang paling sederhana dan mudah digunakan. Berikut adalah cara menyiapkan terpal untuk kolam ikan lele:
  • Pastikan kolam terpal tidak bocor atau berlubang
  • Bersihkan terlebih dulu dengan sabun dan bilas hingga bersih kemudian keringkan
  • Bentangkan terpal hingga berbentuk persegi panjang menyerupai kolam. Agar terpat bisa berdiri tegak, beri penyangga dengan patok kayu atau buat kolam dengan susunan batu bata setinggi 1 meter lalu dilapisi terpal
  • Isi terpal dengan air minimal setinggi 25-35 cm
  • Diamkan air yang berada didalam terpal selama 8-11 hari supaya timbul lumut.
  • Setelah proses tersebut tambahkan air dengan ketinggian maksimal 10 cm dari permukaan terpal
  • Setelah persiapan air selesai, tambahkan daun singkong dan pepaya yang sudah di rajang untuk meminimalkan bau air kolam.
  • Ukuran terpal bulat diameter 1 meter dapat menampung 1000 ekor benih.

Baca Juga: Cara Merawat Ikan Koki Tanpa Oksigen

2. Pemilihan bibit ikan lele

Cara paling tepat adalah mengamati pergerakan bibit ikan lele. Jika gerakannya agresif, gesit atau lincah sudah dipastikan bibit ikan yang baik. Berikut ciri-ciri bibit ikan lele yang bisa cepat besar:
  • Memiliki fisik sempurna (tidak cacat)
  • Mempunyai ukuran tubuh relatif sama antara 5-8 cm
  • Bibit dalam kondisi sehat
  • Warna kulit hitam gelap cenderung cerah dan mengkilap
  • Morfologi tubuh ikan seimbang mulai dari badan dan kepala
  • Memperhatikan riwayat induknya.

3. Penebaran Bibit

Sebelum menebar bibit, pisahkan anakan ikan lele berukuran kecil dan besar. Hal ini dilakukan untuk menghindari saling menyerang, karena ikan lele memiliki sifat kanibal (memakan sesama).

Fokus utama yang harus diperhatikan dalam cara budidaya ikan lele adalah jangan menebar bibit secara bersamaan dalam jumlah banyak sekaligus. Sebab akan membuat ikan stres dan berujung pada kematian.

Sebaiknya gunakan wadah plastik seperti ember kemudian masukkan ember yang sudah di isi bibit lele ke dalam kolam. Diamkan selama 25 menit dan biarkan ikan lele keluar sendiri dari ember. Waktu yang tepat untuk penebaran bibit adalah malam dan pagi hari.

4. Pemberian pakan

Ikan lele wajib diberi pakan secara rutin selama masa pemeliharaan minimal 3 kali sehari yakni pada pukul 07:00, 17:00 sore dan 22:00 malam.

Anda bisa menggunakan jenis pakan sentrat dengan nomor 781-1 karena mengandung nutrisi seperti lemak, vitamin, karbohidrat dan protein yang baik untuk pertumbuhan ikan.

Catatan: pemberian pakan tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit seperti amonia beracun akibat dari sisa pakan yang mengendap.

5. Pemeliharaan Ikan Lele

Dalam budidaya ikan lele, terdapat beberapa poin utama yang harus Anda diperhatikan yaitu pada saat ikan lele berusia antara 25-30 hari perlu dilakukan penyortiran.

Penyortiran artinya proses memisahkan lele yang berukuran kecil dan besar dan menempatkannya kedalam kolam berbeda.

Warna air kolam yang cocok untuk lele adalah hijau akibat adanya lumut. Karena lele dapat menyesuaikan diri dan bertahan hidup di air mengandung lumpur. Air akan berubah warna merah yang menandakan ikan sudah besar dan siap untuk dipanen.

Kondisi kolam juga penting untuk diperhatikan. Pada bulan pertama setelah penebaran bibit tinggi kolam lele adalah 30 cm, bulan kedua 50 cm dan bulan berikutnya 90 cm.

Usahakan keadaan air kolam tidak terlalu dangkal dan bisa ditambah air jika sedikit berkurang akibat panas sinar matahari. Namun itu dapat disesuaikan dengan media yang digunakan.

6. Pengendalian hama dan penyakit ikan lele

Hama atau hewan pemangsa yang sering memangsa lele yaitu kucing dan burung. Cara mencegahnya beri penghalang di setiap sisi kolam. Berikut adalah beberapa penyakit ikan lele yang timbul karena infeksi:
  • Penyakit bintik putih atau disebut White Spot - Penyebabnya adalah Protozoa atau mikroorganisme dari jenis Ichthyphyhirus multifillis. Penyakit tersebut muncul ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih pada insang dan kulit. Pengobatannya bisa dilakukan dengan memberi formalin 25 cc dan 0,15 melacit green untuk per merer kubik air.
  • Bakteri Aeromonas Hydrophila - Penyakit ini timbul karena sisa pakan lele yang membusuk di dasar kolam. Ciri-cirinya adalah perut ikan membesar berisi cairan getah bening, luka pada sekujur tubuh dan bengkak pada pangkal sirip. Mencegahnya bisa dilakukan dengan memberi penutup kolam agar suhu air tetap berada di kisaran 28°C. Cara mengobatinya yakni memberi Antibiotik Oksitetra siklin (OTC). Campurkan 50 gram OTC untuk setiap satu kilogram pakan.
  • Penyakit gatal/Trichodiniasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme sejenis Trichodina sp. Ciri-ciri penyakit gatal ikan lele ini ditandai dengan warna kulit kusam, nampak lemas dan selalu menggosokkan tubuhnya ke dasar dan dinding kolam. Pencegahan penyakit trichodiniasis bisa dilakukan dengan menjaga kualitas air dan mengatur tingkat kepadatan tebar bibit lele.
  • Selain ketiga penyakit yang disebutkan diatas masih ada penyakit lainnya yang bukan disebabkan karena adanya infeksi. Misalnya, penyakit keracunan yang diakibatkan karena air kolam tercemar pestisida.

Baca Juga: Cara Mengumpulkan Ikan Mas

7. Panen Ikan Lele

Ikan lele siap panen jika sudah berumur antara 90-100 hari setelah masa penebaran bibit. Namun terkadang membutuhkan waktu sedikit lama jika perkembangan ikan terhambat, bisa lebih dari tiga bulan apabila selama masa perawatan tidak dilakukan dengan benar.

Saat proses pemanenan gunakan pengaman seperti sarung tangan agar tidak terkena patil.

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok juga bisa menjadi pilihan terbaik. Teknik dasar sistem bioflok adalah membuat kolam bulat setinggi 120 meter dan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme dari kotoran lele atau bakteri pembentuk gumpalan yang dapat menghasilkan pakan ternak lele itu sendiri.

Posting Komentar untuk "Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Bagi Pemula"